Pembelajaran bahasa Inggris di wilayah terpencil menjadi salah satu PR yang harus segera mendapat solusi. Kemampuan menggunakan bahasa asing berpengaruh pada kesempatan mendapat akses informasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Keterbatasan kemampuan berkomunikasi menyebabkan daya saing rendah. Banyak peluang kerja yang tidak dapat diambil karena kendala bahasa. Hal ini menyebabkan masyarakat di wilayah terpencil semakin tertinggal dengan daerah lain.
Tantangan Belajar Bahasa Inggris di Wilayah Terpencil
Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di wilayah terpencil perlu dukungan infrastruktur yang memadai. Minat belajar dari pelajar setempat harus diimbangi dengan fasilitas yang bisa diakses dengan mudah dan murah.
Bagi pelajar yang tinggal di perkotaan, cukup banyak pilihan tempat kursus belajar bahasa Inggris. Namun, tidak demikian dengan di daerah terpencil. Kalau pun ada, biasanya biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi. Selain biaya, tantangan dalam pembelajaran bahasa Inggris di wilayah terpencil di antaranya:
Kondisi geografis
Kondisi geografi daerah terpencil yang sebagian sulit diakses menghambat pemerataan fasilitas belajar. Hambatan geografis menyebabkan buku, bahan ajar, dan sarana lain tidak bisa terdistribusikan dengan cepat dan tepat. Kendala ini menyebabkan pengajar kesulitan untuk datang ke tempat belajar.
Motivasi
Kesadaran pentingnya menguasai bahasa asing belum dimiliki oleh sebagian pelajar di daerah terpencil. Dengan keterbatasan yang ada, mereka pesimis untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat luar. Dampaknya, mereka kurang motivasi untuk menambah kemampuan dan keterampilan, termasuk dalam berbahasa Inggris.
Kualitas dan kuantitas pengajar
Sulitnya akses transportasi dan terbatasnya fasilitas hidup menyebabkan tidak sedikit pendidik yang kurang berminat untuk penempatan di wilayah terpencil.
Untuk mengisi kekosongan, tidak jarang guru lokal yang kurang kompeten harus mengajar bahasa Inggris tanpa latar belakang yang cukup. Terbatasnya kemampuan ini yang menyebabkan kualitas ilmu yang diberikan kepada peserta didik tidak memenuhi standar.
Selain itu, jumlah pengajar yang tidak sebanding dengan peserta didik memaksa mereka untuk mengajar lebih banyak siswa. Hal ini menyebabkan pengajar tidak dapat secara maksimal menyampaikan ilmunya.
Fasilitas
Belajar bahasa Inggris tidak cukup dengan membaca, tetapi perlu praktik secara langsung. Kurangnya modul dan fasilitas laboratorium bahasa menyebabkan proses belajar mengajar kurang bervariasi. Semangat belajar peserta didik bisa menurun karena proses belajar terasa monoton.
Biaya
Jam belajar bahasa Inggris di kelas formal seringkali terasa kurang. Untuk bisa menguasai bahasa Inggris secara maksimal, perlu banyak latihan dan menambah jam belajar, salah satunya dengan ikut kursus. Di daerah terpencil, terlebih dengan keterbatasan ekonomi, kursus bahasa tidak menjadi prioritas karena mahal.
(Baca Juga: Pemerataan Pembelajaran Bahasa Inggris di Wilayah Terpencil)
5 Strategi Pembelajaran yang Bisa Dilakukan
Tantangan yang dihadapi dalam peningkatan kemampuan bahasa Inggris di pelajar di wilayah terpencil perlu segera mendapat solusi. Tujuannya agar mereka bisa memaksimalkan kesempatan untuk berkembang dengan menyerap informasi dan teknologi dari negara lain menggunakan kemampuan bahasanya. Solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan tantangan di atas adalah:
Pemanfaatan teknologi
Kendala geografis yang menyebabkan proses belajar terganggu bisa diatasi dengan pemanfaatan teknologi, salah satunya melalui proses belajar secara daring. Untuk itu, perlu dibangun sarana internet yang cukup di semua wilayah agar pelajar bisa menambah jam belajar secara mandiri melalui berbagai situs.
Pemahaman pentingnya bahasa asing
Pelajar perlu disadarkan bahwa meski dalam kehidupan sehari-hari berkomunikasi menggunakan bahasa daerah dan bahasa nasional, kemampuan berbahasa asing masih sangat penting. Dengan kemampuan tersebut, bisa terbuka kesempatan belajar dan bekerja di luar negeri.
Langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkan tokoh masyarakat atau warga yang sukses dengan dukungan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki. Harapannya, peserta didik sadar bahwa bahasa Inggris merupakan alat penting untuk bisa mendapatkan kesuksesan.
Pengembangan pengajar
Kualitas pengajar berpengaruh besar terhadap kualitas pendidikan. Selain dengan mendatangkan pengajar dari luar wilayah yang berkompeten, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pengajar lokal.
Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, pemerintah setempat bisa mengirim trainer untuk memberi pelatihan atau mengirim pengajar setempat guna mengikuti pelatihan di daerah lain. Harapannya, pengajar yang berkualitas akan lebih mudah untuk mendampingi peserta didik dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Peningkatan infrastruktur
Infrastruktur seperti perpustakaan dan laboratorium bahasa merupakan sarana yang penting dalam belajar bahasa. Sarana tersebut bisa menjadikan proses belajar lebih menyenangkan dan bervariasi sehingga meningkatkan semangat peserta didik.
Program khusus
Masalah yang dihadapi dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris di wilayah terpencil bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh pihak. Lembaga pendidikan maupun masyarakat bisa mengambil peran dengan mengadakan program khusus seperti mendirikan kampung Inggris atau membentuk komunitas bahasa Inggris.
Sedangkan untuk kendala biaya yang banyak dihadapi, salah satu solusinya dengan mengadakan kursus bahasa Inggris gratis. Tujuannya agar pelajar yang berminat meningkatkan kemampuan berbahasa namun terkendala dengan biaya tetap bisa belajar.
Kesimpulan
Permasalahan pembelajaran bahasa Inggris di wilayah terpencil perlu segera mendapat solusi. Semangat untuk menguasai bahasa asing perlu dijaga dan ditingkatkan sehingga membuka potensi untuk bisa mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja di luar negeri. Salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan kursus secara gratis.




