Strategi Marketing di Pinterest vs Instagram

Share This Post

pinterest vs instagram

Media sosial memegang peran penting dalam dunia bisnis, terutama untuk digital marketing. Setiap media sosial mempunyai spesifikasi yang perlu diketahui agar dapat mengoptimalkan penggunaannya. Strategi marketing di Pinterest vs Instagram meski sekilas tampak sama, tetapi sebenarnya berbeda.

 

Perbedaan Marketing di Pinterest vs Instagram

Masyarakat cenderung lebih suka melihat informasi visual daripada tulisan. Untuk meningkatkan penjualan, Pinterest dan Instagram saat ini banyak menjadi pilihan. Apa saja perbedaan antara marketing di Pinterest dan Instagram?

Target audiences

Saat ini pengguna Instagram di dunia berjumlah sekitar 1 miliar dan yang terbanyak dari kalangan anak muda, sedangkan Pinterest digunakan oleh sekitar 250 juta orang dengan sekitar 81% di antaranya perempuan yang mempunyai daya beli tinggi.

Jika Anda menargetkan penjualan pada anak muda, maka penggunaan Instagram sangat tepat. Namun, jika target marketing adalah ibu-ibu dengan daya beli tinggi, maka Pinterest adalah pilihan yang tepat.

Tujuan

Apakah bisa jualan di Pinterest? Tentu saja bisa. Pinterest sangat efektif untuk mendorong penjualan secara langsung. Kebanyakan pemilik akun menggunakan Pinterest untuk mencari inspirasi produk kemudian membelinya.

Sedangkan Instagram bisa digunakan untuk membangun brand awareness atau kesadaran terhadap suatu merek. Calon pembeli akan didorong mengingat produk yang ditawarkan dan membelinya.

Jangkauan waktu konten

Konten yang diunggah di akun Pinterest bisa menjadi investasi jangka panjang karena dapat terus menghasilkan trafik. Berbeda dengan Pinterest, konten yang diunggah di akun Instagram mempunyai umur tayangan yang terbatas. Postingan dalam bentuk feed hanya relevan selama 24 sampai 48 jam, sedangkan postingan dalam bentuk Stories hanya bertahan sampai 24 jam.

Fitur berbagi link

Link atau tautan berperan penting untuk menarik calon pembeli agar melihat produk yang ditawarkan. Di Pinterest, pengguna bisa menempatkan tautan aktif pada setiap Pin. Dengan demikian, potensi klik dan kemampuan mengarahkan calon pembeli ke produk lebih besar.

Pengguna Instagram tidak dapat menempatkan link dalam postingan. Link produk hanya bisa dipasang di bio profil. Jadi, calon pembeli harus mengunjungi bio akun kemudian klik link agar bisa diarahkan ke produk.

Kurasi dan kreasi konten

Pinterest merupakan platform kurasi konten dengan fungsi seperti papan buletin dalam bentuk digital. Pengguna Pinterest mencari dan menemukan ide yang diinginkan kemudian menyimpannya atau mengkurasinya.

Instagram merupakan platform kreasi yang lebih fokus untuk membagikan pengalaman secara personal. Tayangan di Instagram lebih banyak berupa foto dan video yang dibagikan kepada pengikut atau follower.

Penelusuran konten

Pinterest mempunyai fungsi seperti mesin pencari visual. Pengguna bisa menyematkan tagar, tetapi tidak terlalu membantu agar konten ditemukan oleh pencari konten. Peran tagar atau hashtag di Instagram sangat penting. Tagar yang tepat memudahkan calon pelanggan untuk menemukan produk yang diinginkan.

Strategi Marketing di Pinterest vs Instagram

Untuk meningkatkan penjualan, baik saat menggunakan Pinterest maupun Instagram perlu menentukan strategi yang tepat. Dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing media sosial, Anda lebih mudah memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis.

Strategi Marketing di Pinterest

Pinterest dapat membantu sebuah brand agar lebih dikenal oleh calon pembeli. Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:

Tentukan tujuan

Brand Anda menggunakan Pinterest untuk meningkatkan awareness atau untuk penjualan? Hal ini mempengaruhi jenis konten yang sebaiknya diunggah. Jika ada beberapa tujuan, maka kontennya pun harus disesuaikan.

Ketahui target market

Dengan mengetahui target market akan lebih mudah untuk menyusun konten yang sesuai. Ini akan meningkatkan ketertarikan sehingga potensi penjualan bertambah. Anda bisa mengelompokkan target market mulai dari jenis kelamin, usai, lokasi, kesukaan, dan lainnya.

 Apa yang dibutuhkan target market

Anda dapat melakukan riset kecil untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh target market kemudian menyusun konten yang relevan. Target market brand Anda bisa jadi tidak mempunyai spesifikasi yang sama dengan kompetitor, sehingga kontennya pun harus berbeda.

Bandingkan dengan kompetitor

Tidak salah jika Anda meniru konten dari kompetitor. Justru Anda bisa mengevaluasi kekurangannya, kemudian membuat Pin yang lebih sempurna sehingga mudah menarik calon pembeli.

Strategi marketing Instagram

Jika Anda memilih untuk menggunakan Instagram sebagai media untuk melakukan penjualan, maka konten yang diunggah pun harus menyesuaikan dengan media sosial yang digunakan. Strategi yang bisa diterapkan di antaranya:

Optimasi akun

Instagram menyediakan fitur yang dapat digunakan oleh pebisnis untuk meningkatkan usahanya. Gunakan business account untuk meningkatkan kesan profesional sehingga target market lebih yakin.

 Memaksimalkan fitur

Manfaatkan fitur Feed, Stories dan Reel untuk mengunggah konten agar mudah ditemukan audiens. Anda bisa menggunakan fitur Highlights untuk menyimpan konten Stories sebagai album.

Jadwal konten

Salah satu kelebihan Instagram yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan bisnis adalah penjadwalan konten. Atur kapan akun akan memposting unggahan yang sebelumnya sudah dibuat sehingga tidak harus mengunggah secara manual.

Instagram Ads

Dengan memanfaatkan iklan yang disediakan oleh Instagram potensi jangkauan dari konten semakin luas. Hal ini memberi peluang lebih besar agar semakin banyak orang yang mengenal produk Anda dan membelinya. (Baca Juga: Tips Branding di Instagram Agar Bisnis Melambung Pesat)

Kesimpulan

Pinterest dan Instagram adalah dua media sosial yang bisa membantu dalam menjual produk. Keduanya mempunyai spesifikasi yang berbeda sehingga strategi marketing di Pinterest vs Instagram yang digunakan juga harus berbeda. (Baca Juga: Manfaat Instagram dan Instagram Shopping)

Strategi Marketing di Pinterest vs Instagram