Belajar 4 Pengandaian dalam Bahasa Inggris

Share This Post

4 pengandaian dalam bahasa inggris dan contoh kalimat

Pengandaian dalam Bahasa Inggris yang bisa disebut Conditional Sentence atau pengandaian adalah kalimat majemuk yang berfungsi untuk menyatakan hubungan sebab-akibat antara suatu kondisi atau situasi tertentu. Kalimat tersebut bisa berisi informasi tentang sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin terjadi.

Cukup mudah untuk mengenali apakah suatu kalimat merupakan pengandaian atau bukan. Rumus conditional sentences  selalu terdiri dari dua bagian utama, yaitu if clause dan main clause. If clause adalah bagian yang berisi syarat. Sedangkan main clause adalah bagian yang berisi hasil atau akibat jika syarat sebelumnya disebut terpenuh.

 

Tipe Conditional Sentences

Berdasarkan tipenya, ada 4 jenis pengandaian yang biasa digunakan. Tipe-tipe tersebut dibedakan berdasarkan jenis tenses yang digunakan, namun semua mengikuti ketentuan yang sama, yaitu memuat 2 jenis kalimat, if clause dan main clause.

1.     Tipe 0 (zero conditional)

Kalimat pengandaian tipe 0 digunakan untuk menyatakan tindakan yang kebenarannya bersifat umum, pernyataan yang sebenarnya (general truth), atau kejadian yang bisa terjadi jika syarat terpenuhi.

Fungsi dari kalimat jenis ini adalah untuk menunjukkan fakta ilmiah yang tidak terbantahkan dan menjelaskan kebiasaan sehari-hari atau situasi yang selalu benar. Untuk tipe ini, kalimat pertama dan kedua menggunakan simple present.

Kata if yang biasa digunakan dapat diganti dengan “when” tanpa mengubah makna. Rumus untuk pengandaian tipe 0 adalah If + Subject + Verb 1, Subject + Verb 1 + Complement.

2.      Tipe 1 (first conditional)

Conditional Sentence tipe 1 digunakan untuk menunjukkan kondisi yang mungkin terjadi di yang akan datang jika syaratnya terpenuhi. Untuk membuat kalimat pengandaian tipe ini, if clause menggunakan simple present dan main clause menggunakan simple future.

Fungsi dari conditional sentence tipe I adalah menyatakan kemungkinan masa depan, menggambarkan situasi nyata yang bisa terjadi saat ini atau nanti (real possibility) dan memberikan peringatan. Rumusnya adalah If + Subject + Verb 1, Subject + Will + verb 1 + Complement.

3.      Tipe 2 (second conditional)

Jenis kalimat pengandaian tipe 2 berfungsi untuk menyatakan kejadian di masa lalu yang situasinya berbeda dengan kenyataan yang terjadi saat ini atau berupa angan-angan. Kalimat yang digunakan dalam tipe ini tidak nyata atau tidak terjadi. Conditional digunakan untuk merujuk ke suatu pengandaian dan kemungkinan hasilnya.

Dalam menyusun kalimat pengandaian tipe 2, untuk if clause menggunakan simple past dan untuk main clause menggunakan present conditional. Ciri utama pengandaian tipe 2 terdapat kata would. Rumus yang digunakan adalah If + Subject + Verb 2, Subject + Would + Verb 1 + Complement. 

4.      Tipe 3 (Third conditional)

Conditional sentence tipe 3 digunakan untuk menyatakan pengandaian atas suatu peristiwa di masa lalu yang berlawanan dengan kenyataan dan sudah terlambat untuk diubah. Kalimat ini menunjukkan pengandaian yang hasilnya sudah tidak mungkin terjadi.

Pengandaian tipe ini menggambarkan andai kata situasi pada masa lampau berbeda, maka hasil atau akibatnya pun akan berbeda. Secara tidak langsung, pesan dari kaliman tipe 3 menunjukkan penyesalan.

Jenis tenses yang digunakan dalam kalimat pengandaian tipe 3 adalah past, simple past perfect untuk if clause dan past future perfect tense untuk main clause. Rumusnya adalah If + Subject + Had + Verb 3, Subject + Would Have + Verb 3 + Complement. 

(Baca Juga: 5 Tips Menulis Teks Deskripsi Bahasa Inggris)

 

5 Contoh Kalimat Conditional Sentences 

Sekilas, conditional sentence tipe 0, 1, 2 dan 3 hampir sama sehingga banyak yang kesulitan untuk membedakan dan menggunakannya saat berbicara dalam Bahasa Inggris. Agar lebih mudah memahami perbedaannya, bisa menggunakan contoh berikut sebagai gambaran.

  • “If Rahma calls her father, she feels happy” artinya “Jika Rahma menelpon ayahnya, dia akan senang” (tipe 0).

Faktanya: saat Rahma belum senang karena belum menelpon ayahnya, namun setelah menelpon akan berubah jadi senang.

  • “Anto will come if Putri invites him to her birthday party” artinya “Anto akan datang jika Putri mengundangnya ke pesta ulang tahun (tipe 1)

Faktanya: Anto akan datang ke pesta Putri jika diundang. Kalau tidak diundang, Anto mungkin tidak datang.

  • “If Rima were rich, she would travel the world” artinya “Jika Rima kaya, dia akan keliling dunia (tipe 2)

Faktanya: Sekarang, Rima belum kaya sehingga tidak mungkin jalan-jalan keliling dunia. Rima berandai-andai kalau kaya, akan jalan-jalan keliling dunia.

  • “If he had been more careful, he wouldn’t have had an accident” artinya “Jika dia lebih hati-hati, dia pasti tidak akan mengalami kecelakaan (Tipe 3)

Faktanya: mengulang ke masa lalu, kalau subjek lebih hati-hati, tidak akan terjadi kecelakaan. Berarti, waktu itu subjek kurang berhati-hati sampai akhirnya terjadi kecelakaan.

  • “Ratih would have helped Santi if Santi had asked for it” artinya artinya “Ratih akan membantu Santi jika Santi memintanya (Tipe 3)

Faktanya: Karena Santi tidak meminta pertolongan ke Ratih, akhirnya Ratih tidak membantu. Seandainya waktu itu Santi langsung meminta pertolongan, Ratih akan membantu.

 

Kesimpulan

Ada 4 jenis kalimat pengandaian dalam Bahasa Inggris berdasarkan tenses yang digunakan. Pengandaian atau conditional sentence menunjukkan sesuatu yang tidak terjadi karena adanya sebab. conditional sentence terdiri dari dua bagian, yaitu if clause dan main clause. 

Belajar 4 Pengandaian dalam Bahasa Inggris