Games in TENSES Learning

Share This Post

Games in TENSES Learning

by. Miss Yuni

WhatsApp Image 2019 08 07 at 12.47.47 PM 600x420 1Miss Yuni & Students of Gogo 5A

“Malas banget nih belajar TENSES?”

“TENSES itu banyak, rumit dan membosankan?”

Hmm, bagaimana kita bisa sering menyimpulkan demikian, ya? Bisa jadi karena pengalaman belajar kita sebelumnya. Yuk, coba diingat-ingat, biasanya kalau kita belajar TENSES dari buku, maka yang terpampang nyata adalah 16 macam formula TENSES. Sedangkan kalau belajar di sekolah, kita akan dituntun dan dituntut untuk menghafalkan semua formula tersebut dengan berbagai soal yang diberikan. Masalahnya apakah cara belajar TENSES dengan hafalan saja cukup? Jelas tidak. Banyak orang yang hafal tapi saat praktik ternyata nol besar. Mereka dan termasuk saya, masih saja kesulitan menggunakannya dengan tepat.

Lalu bagaimana ya cara asyik belajar TENSES? Bermodal pengalaman pribadi saat belajar TENSES yang kurang menyenangkan, saya berusaha mencari cara agar murid saya tidak mendapatkan pengalaman serupa. Akhirnya saya bereksperimen dengan beberapa permainan dan menemukan cara yang asyik untuk mengajarkan materi tersebut. Mau tahu?

Sebelumnya tentu kita perlu tahu tentang kegunaan TENSES dan masalah yang dihadapi saat mengajarkannya. TENSES merupakan pembagian pola kalimat berdasarkan perubahan bentuk kata kerja dengan menyesuaikan waktu penggunaannya. Pengetahuan TENSES yang baik akan membuat kita dapat berkomunikasi secara lisan maupun tulisan dengan baik pula, sehingga pendengar dan pembaca memahami kapan terjadinya sebuah peristiwa yang ingin kita sampaikan. Saya mengamati bahwa masalah terbesar yang dihadapi murid dalam belajar TENSES biasanya adalah :

  1. Kurangnya pengetahuan
  2. Kurangnya motivasi dalam belajar
  3. Kegagalan guru dalam pemilihan strategi pembelajaran

Mengatasi masalah tersebut, saya mencoba fokus kepada pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid saya yang kebanyakan berumur sekitar 9 tahun. Strategi pembelajaran TENSES yang salah, tentu akan membuat mereka menyerah sebelum mampu menguasainya.

Langkah-langkah mengajarkan TENSES yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

Memberikan pengetahuan TENSES yang mencakup kegunaan, konsep waktu dan karakteristik utama. Karakteristik utama terdiri dari kata bantu yang digunakan, jenis kata kerja, dan keterangan waktu. Setelah mengenal dan mendapatkan pengetahuannya, selanjutnya mereka tentu harus menghafalkan, bagaimana caranya?

WhatsApp Image 2019 08 07 at 12.47.50 PM 600x338 1

Menghafal TENSES dengan permainan “Board Race”. Setiap awal kegiatan pembelajaran pastikan ada waktu untuk mengulang materi (review). Cara saya adalah dengan bermain board race :

WhatsApp Image 2019 08 07 at 12.47.49 PM 600x338 1

  1. Membagi murid menjadi 4 kelompok TENSES yang akan diulang
  2. Siswa baris berdasarkan kelompok
  3. Siswa menuliskan karakteristik sesuai tenses bagiannya di papan tulis
  4. Ketika guru berkata “Stop!”, mereka harus bergantian dengan teman yang berada debelakangnya demikian seterusnya
  5. Kelompok tercepat dan terlengkap akan menjadi pemenangnya

WhatsApp Image 2019 08 07 at 12.47.48 PM 1024x576 1WhatsApp Image 2019 08 07 at 12.47.48 PM 1 1024x576 1

 

 

 

 

 

 

Melalui permainan ini, murid-murid bisa bermain sembari mengingat karakteristik dari setiap TENSES. Biasanya mereka sangat antusias dan motivasi dalam belajar akhirnya meningkat karena harus bersaing dengan teman-temannya.

Memperbanyak praktik penggunaan TENSES dengan permainan “Whisper Game”. Sering saya dapati murid yang telah hafal TENSES, namun masih kesulitan dalam praktiknya karena jarang menggunakan.  Pemberian soal saja tentu tidak cukup bahkan malah sering membuat siswa enggan karena merasa berat dan banyak. Whisper game bisa kita modifikasi untuk memperbanyak praktik di dalam kelas. Adapun tata cara permainan yang biasa saya lakukan, sebagai berikut:

  • Membagi kelas menjadi 3 kelompok
  • Setiap kelompok membuat barisan menghadap papan tulis
  • Guru menunjukkan kata kepada murid yang berada di belakang barisan
  • Murid membisikkan kata dari satu anggota ke anggota lain sampai kedepan
  • Siswa yang terakhir menuliskan apa yang didengar
  • Setelah mendapat 4 kata secara acak, siswa membuat kalimat sesuai dengan tensesnya (Play- now – he – soccer) menjadi (He is playing soccer now)
  • Kelompok tercepat harus merubah menjadi kalimat negative dan interogatif secara oral.

Kelebihan whisper game untuk materi TENSES adalah dapat melatih pelafalan (pronounciation), meningkatkan ketrampilan mendengarkan (listening) murid, dan yang terpenting meningkatkan semangat dalam belajar.

Kesimpulannya, berbagai macam permainan yang digunakan dalam proses pembelajaran akan merubah mindset murid bahwa belajar TENSES itu menyenangkan, tidak rumit dan membosankan. Selamat mencoba ya!

Games in TENSES Learning