Pahami Asal Kata ‘Happy New Year’

Share This Post

 

asal kata happy new year

 

Happy New Year yang berarti ‘selamat tahun baru’ adalah ucapan yang sering diucapkan pada tanggal 1 Januari. Ternyata, asal kata Happy New Year memiliki sejarah panjang. Bagaimana kisahnya? Simak di bawah ini!

 

Asal Kata ‘Happy New Year‘ 

Tahun baru menjadi tahun yang penuh doa dan harapan baik bagi semua orang. 1 Januari menjadi momen semua orang saling mengucapkan selamat tahun baru dan saling mendoakan agar mendapatkan kebahagiaan dan hal positif. Hal ini menjadi tradisi yang terus lestari dari zaman dahulu.

Namun, sudahkah Anda memahami makna Tahun Baru dan asal-muasalnya? Dengan mengetahui arti kata dan seperti apa perayaan ini dimulai, Anda pun memiliki wawasan baru yang bisa membuat Anda lebih menghargai acara tahun baru.

 

Sejarah Tahun Baru 1 Januari

Pada tahun 2000 SM, berasal dari tradisi Mesopotamia kuno bangsa Babilonia, Akitu, yaitu sebuah perayaan yang menandai musim semi selama 12 hari.

Selama perayaan ini, para pendeta, raja, dan masyarakat menghormati Marduk, dewa tertinggi Babilonia. Orang-orang mengakui kesalahan dan dosa, serta berjanji untuk melunasi utang dan mengembalikan barang-barang yang mereka pinjam. 

Pada hari ke 5, ada Ritual Raja. Saat ritual tersebut, Raja harus meninggalkan segala atributnya dan berlutut di depan patung Marduk. Raja harus menahan telinganya ditarik dan tamparan dari seorang pendeta tinggi, lalu mengakui kesalahan dan dosanya, sebagai bentuk pertobatan kepada Dewa Marduk.

Setelah itu, raja diperkenankan kembali memakai pakaian kerajaan dan menerima tongkat kerajaan sebagai tanda kekuasaannya telah kembali. Perayaan Akitu atau Festival Akitu Babilonia menjadi perayaan tahun baru pertama dan tertua di dunia.

Tradisi Akitu menyebar secara geografis, hingga diikuti dan diadopsi bangsa lain, seperti bangsa Romawi. Pada awal abad 3 M, Kaisar Romawi Elagabalus, mengenalkan festival ini di Roma, Italia.

Tahun 46 M, Kaisar Romawi, Julius Caesar, mengenalkan kalender Julian. Pada masa ini, ditetapkan 1 Januari sebagai awal tahun baru, untuk menghormati Dewa Janus, yaitu dewa bangsa Romawi yang memiliki dua wajah. Meski demikian, tradisi Akitu yang biasa terjadi di bulan Maret-April diubah ke bulan Januari, dan tetap dirayakan. Bangsa Romawi bertukar hadiah seperti kurma dan ara.

 

Kalender Gregorian dan Ucapan Happy New Year 

Kalender Gregorian adalah sistem penanggalan pembaharuan dari kalender Julian. Sistem kalender Gregorian mengikuti perputaran matahari yang dianggap lebih akurat untuk menghitung tahun kabisat. Kalender ini diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII pada abad ke 15, dan menjadi dasar kalender Masehi yang digunakan hingga sekarang. 

Umat Kristen Eropa merayakan tahun baru pada Natal, 25 Desember atau Hari Raya Kabar Gembira, 25 Maret. Namun, begitu Kalender Gregorian dikenalkan oleh Paus Gregorius XIII, umat Kristen mengikuti perayaan tahun baru pada 1 Januari.

Bangsa Romawi yang menggunakan bahasa Latin memiliki frasa “annum novum felicem” yang berarti selamat tahun baru sambil mengungkapkan harapan-harapan baik.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini menyebar ke kawasan bangsa barat Eropa sehingga ungkapan Latin tersebut muncul dalam versi bahasa Inggris, yaitu Happy New Year. Pada abad ke 19, Happy New Year menjadi tradisi ucapan di Inggris dan tersebar dalam surat kabar, kartu pos, dan berbagai literatur.

 

Perayaan Tahun Baru di Amerika Serikat 

Perayaan tahun baru sudah menjadi tradisi di berbagai belahan dunia. Negara Amerika Serikat merayakan tahun baru dengan menggelar pesta, atau berkumpul bersama keluarga di rumah. 

Perayaan paling ikonik adalah saat tengah malam, ketika bola kristal raksasa, Waterford Crystal Times Square New Year’s Eve Ball, diturunkan di kota New York, sebagai tanda pergantian tahun. Perayaan ini disiarkan secara langsung, dan disaksikan oleh ribuan orang. Tradisi lampu kristal raksasa ini sudah ada sejak tahun 1907 dan menjadi simbol dari perayaan tahun baru di Amerika Serikat.

 

Pesta Tahun Baru di Inggris

Perayaan tahun baru di Inggris tidak jauh berbeda dengan Amerika. Masyarakat Inggris mengadakan pesta, menonton konser musik dan menampilkan pertunjukan kembang api. 

Pesta tahun baru di Inggris identik dengan pertunjukan kembang api spektakuler di Sungai Thames diiringi dentangan jam dari Big Ben, menara jam raksasa yang menjulang tinggi di seberang sungai. 

London Eye, bianglala raksasa, yang menjadi salah satu ikon kota London turut menjadi tempat yang paling direkomendasikan untuk menyaksikan pertunjukan kembang api.

Pada kawasan Britania Raya yang lain, yaitu Edinburgh, di Skotlandia. Masyarakatnya merayakan Hogmanay, yang berlangsung selama beberapa hari (31 Desember-2 Januari). Hogmanay adalah festival perayaan tahun baru di jalanan besar, tarian tradisional ceilidh, tradisi unik ‘first footing’ yang berarti tamu pertama dan menyanyikan lagu Auld Lang Syne.

(Baca Juga: Rekomendasi Program Belajar LEAP untuk Dukung Anak di Tahun Ajaran Baru)

Kesimpulan

Perayaan tahun baru berasal dari tradisi pagan Mesopotamia bangsa Babilonia ribuan tahun lalu, sebagai perayaan musim semi. Tradisi ini menyebar, dan diikuti bangsa Romawi. Kaisar Julius Caesar, mengganti waktu perayaan tersebut ke tanggal 1 Januari, untuk menghormati Dewa Janus.

Asal kata Happy New Year berasal dari ungkapan Latin bangsa Romawi, annum novum felicen yang berarti ‘selamat tahun baru’.

 

 

Related posts:

Pahami Asal Kata ‘Happy New Year’