Idulfitri atau yang di Indonesia dikenal dengan istilah Lebaran merupakan hari raya bagi seluruh umat Muslim di dunia. Meski demikian, cukup banyak perbedaan Lebaran di Inggris dan Indonesia, baik tradisi maupun cara menyambutnya.
Budaya Lebaran di beberapa negara memang tidak sama, tergantung dari kebiasaan masyarakat setempat, tetapi sama-sama menjadi momen yang ditunggu umat Muslim. Lebaran merupakan kemenangan umat Islam di dunia yang sudah selesai menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. (Baca Juga: Tradisi Lebaran di Berbagai Negara)
Perbedaan Lebaran di Inggris dan Indonesia
Dilihat dari persentase jumlah penduduk yang menganut, Islam menjadi agama kedua di Inggris. Mayoritas Muslim tinggal di kota besar dan daerah perindustrian. Meski bukan agama utama, kota-kota di Inggris sangat ramah kepada kaum Muslim, termasuk yang berasal dari Indonesia.
Seperti di Indonesia, Muslim Inggris juga sering mengirimkan ucapan untuk kerabat yang merayakan Lebaran. Jenis bahasa Inggris Lebaran yang biasa digunakan adalah Eid al-Fitr atau Eid Mubarak. Beberapa perbedaan Lebaran di wilayah Inggris dan Indonesia antara lain:
1. Bukan hari libur nasional
Berbeda dengan di Indonesia di mana Lebaran menjadi hari libur nasional, masyarakat Inggris tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Untuk memperingati hari raya tersebut, umat Muslim mengajukan cuti jauh hari sebelum merayakannya.
Mayoritas instansi dan perusahaan swasta cukup kooperatif dan memberikan cuti kepada karyawan muslim yang akan berlebaran. Hal ini merupakan salah satu bentuk toleransi dan penghargaan terhadap umat Muslim di Inggris.
Umat Muslim Inggris merayakan Lebaran dengan salat Idulfitri dilanjutkan berkunjung ke rumah saudara atau kenalan. Masyarakat Islam Inggris biasa menyambut Lebaran dengan mengadakan festival di Trafalgar Square, London. Di acara tersebut, banyak pertunjukan dan makanan halal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
2. Tidak ada takbiran keliling
Salah satu cara menyambut datangnya hari raya Idulfitri atau Lebaran di Indonesia adalah takbiran di masjid, musala, dilanjutkan dengan takbir keliling. Tradisi ini tidak ditemukan di Inggris. Di beberapa kota, suasana malam Lebaran tidak berbeda dengan malam biasanya. Semua penduduk beraktivitas seperti biasa.
Takbiran di Inggris hanya dilaksanakan di dalam masjid, musala atau lingkungan komunitas muslim. Namun, pada momen tertentu, di London suasana Lebaran disambut meriah, seperti dengan pemasangan lampu dan ornamen tertentu sehingga suasana Islam lebih terasa.
3. Tidak ada arus mudik
Jika di Indonesia masyarakat Muslim yang berada di perantauan menyambut Lebaran dengan pulang kampung, tidak demikian dengan Muslim di Inggris. Menjelang Lebaran, tidak ada arus mudik. Semua penduduk tetap menjalankan aktivitas tanpa ada perbedaan karena menyambut hari raya tersebut.
Menjelang Lebaran, arus lalu lintas tetap didominasi oleh masyarakat yang berangkat dan pulang bekerja atau sekolah dan kuliah. Suasana kota pun tetap tenang tanpa ada pusat keramaian yang mencolok. Perbedaan hanya dapat dilihat di masjid, musala dan lingkungan muslim yang menyambut Lebaran.
4. Salat Idul Fitri sesuai kloter
Antusiasme masyarakat muslim di Inggris untuk menjalankan salat Idulfitri setiap tahun selalu tinggi. Masjid dan pusat komunitas Muslim menyelenggarakan salat dengan sistem kloter. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan lokasi dan memberi kesempatan kepada semua umat Islam yang ingin menjalankan ibadah.
Banyak masjid yang menyelenggarakan Idulfitri hingga lima kloter. Biasanya, salat dimulai sangat pagi untuk kloter pertama hingga menjelang Zuhur untuk kloter terakhir. Jeda antara satu kloter dengan yang lain sekitar 1 sampai 1,5 jam.
Beberapa lokasi yang paling banyak dikunjungi umat muslim untuk salat Idulfitri di antaranya: London Central Mosque, Wisma Nusantara (KBRI), dan masjid lokal di kota-kota besar (Manchester, Birmingham dan lainnya).
Biasanya, umat Muslim yang akan salat di lokasi yang paling banyak dikunjungi, seperti di KBRI, diminta untuk mendaftar secara daring terlebih dulu.
5. Tidak ada ketupat
Satu hal yang terasa sangat berbeda saat Lebaran di Indonesia dan di Inggris adalah tidak ada ketupat karena sangat jarang ada toko yang menjual janur sebagai pembungkus. Untuk gantinya, umat Muslim Indonesia di Inggris biasa membuat lontong yang dinikmati bersama dengan aneka jenis sayuran khas Idul Fitri seperti opor, sambal goreng, dan sayur labu.
Menu khas Lebaran di Indonesia ini sering menjadi makanan yang banyak membuat WNI rindu merayakan Idul Fitri di tanah air. Jika ada keluarga Muslim yang memasak ketupat, ini akan menjadi menu yang sangat spesial.
Kesimpulan
Merayakan Lebaran di luar negeri bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Perbedaan cara menyambut dan merayakan dapat menambah rindu umat muslim untuk kembali ke tanah air.
Meski terdapat banyak perbedaan Lebaran di Inggris dan Indonesia, ini tidak mempengaruhi antusias masyarakat Islam di sana dalam menyambutnya. Umat Muslim di Inggris tetap bisa menjalankan shalat Idulfitri karena meski bukan libur nasional, cukup mudah untuk mendapatkan cuti.

