Serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan Pengaruh Ekonominya

Share This Post

serangan-amerika-serikat-ke-venezuela

Serangan Amerika Serikat ke Venezuela pada tanggal 3 Januari 2026 lalu, membuat dunia tercengang. Presiden Venezuela, Nicolás Maduro beserta istrinya Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat. Tidak hanya itu, angkatan militer Amerika Serikat, atas izin Donald Trump, Presiden AS, menjatuhkan bom di ibukota Venezuela, Caracas, dan mengambil alih aliran listrik.

Apa yang menyebabkan Amerika Serikat melakukan invasi militer ke Venezuela? Mengapa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya Cilia Flores, ditangkap dan disidang?

 

Sekilas Tentang Amerika Serikat dan Venezuela 

Sekitar tahun 1950-1980 an, Venezuela memiliki cadangan minyak yang sangat cukup dan menjadi negara pemasok minyak ke Amerika Serikat. Ini membuat perekonomian Venezuela meningkat.

Lambat laun, Amerika Serikat mendirikan perusahaan-perusahaan di industri minyak Venezuela. Namun, pada masa pemerintahan Presiden Hugo Chavez, kekayaan Venezuela diperuntukkan untuk negaranya sendiri. Seperti perusahaan minyak dinasionalisasi dan membuat kebijakan yang menguntungkan pasar domestik.

Hal ini membuat hubungan kedua negara merenggang dan makin memburuk ketika Venezuela dekat dan memilih bekerja sama dengan negara-negara musuh Amerika Serikat, seperti Cina, Iran dan Rusia.

Tahun 2013, Hugo Chavez meninggal karena penyakit jantung. Pemerintahannya diteruskan oleh orang kepercayaannya, yaitu Nicolás Maduro. Maka, Nicolás Maduro naik tahta menjadi Presiden Venezuela dan meneruskan kebijakan presiden sebelumnya.

 

Penyebab Serangan Amerika Serikat ke Venezuela 

Presiden Amerika Serikat yang sekarang, Donald Trump, membuat hubungan kedua negara makin memanas dengan membuat sanksi ekonomi yang makin merugikan perekonomian Venezuela dan mendukung oposisi Nicolás Maduro.

Sampai akhirnya, menuduh Maduro melakukan konspirasi terorisme narkotika dan ini menjadi alasan utama mengapa Nicolás Maduro ditangkap.

Namun, dari latar belakang yang terjadi, Nicolás Maduro menilai Amerika Serikat ingin menguasai minyak yang ada di Venezuela. Sementara itu, Donald Trump menganggap Nicolás Maduro bukan sebagai presiden yang sah dan ancaman sebagai teroris narkoba yang jaringannya bisa masuk ke Amerika Serikat. 

Penangkapan Maduro dianggap sebagai penculikan oleh berbagai pihak, dan lama kelamaan, terkuak maksud Donald Trump yang sesungguhnya. Amerika Serikat ingin mengelola minyak di Venezuela dengan berinvestasi besar di perusahaan-perusahaan Amerika yang ada di sana, sehingga pasokan sumber energi minyak aman untuk Amerika.

 

Hiperinflasi di Venezuela 

Nicolas Maduro, saat ini menjabat sebagai Presiden Venezuela di periode ketiganya. Pada satu dekade terakhir, Venezuela mengalami krisis ekonomi yang parah.

Hal ini membuat mata uang Venezuela, Bolivar, menjadi turun drastis dan tidak ada harganya. Masyarakat Venezuela harus membawa uang fisik yang banyak jika ingin membeli sesuatu karena kenaikan harga barang yang tidak masuk akal.

Venezuela mengalami hiperinflasi, yaitu kondisi kenaikan harga yang sangat ekstrem. Kenaikan harga barang dan jasa meningkat tajam dan tidak terkendali. Keadaan ini menyebabkan nilai mata uang menurun drastis. Daya beli masyarakat menjadi lemah dan hancur.

Hiperinflasi di Venezuela disebabkan oleh kebijakan ekonomi yang digunakan oleh pemerintahnya sendiri. Pengeluaran pemerintah jauh lebih besar dari pendapatan pajaknya, atau yang disebut defisit fiskal. Venezuela memiliki utang luar negeri hingga 6 kali lipat.

Pemerintah juga membebani pajak besar ke perusahaan minyak milik negara hingga miliaran dolar AS. Venezuela bergantung pada bank sentral untuk mencetak banyak uang dan menutup defisit yang menyebabkan inflasi tidak terkontrol.

Venezuela memiliki cadangan terbesar minyak terbesar di dunia. Namun, akibat kebijakan ekonomi yang tidak tepat dan sistem pemerintahan yang otoriter, Venezuela mengalami krisis parah hingga hiperinflasi yang berujung ditangkapnya Presiden Nicolás Maduro.

 

Bahasa Inggris di Venezuela 

Banyaknya perusahaan Amerika Serikat yang ada di industri perminyakan Venezuela, membuat bahasa Inggris di Venezuela kerap digunakan dalam kepentingan bisnis profesional.

Meski bahasa resmi yang digunakan Venezuela adalah Spanyol, tetapi kebutuhan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tetap menjadi perhatian dalam sektor industri bisnis dan pariwisata.

Ada satu golongan berbahasa Inggris yaitu Creole English Venezuelan, atau Kreol Inggris Venezuela. Bahasa Inggris yang dibawa oleh imigran Anglo-Karibia. Bahasa Inggris ini masih dipengaruhi Prancis, Belanda dan Spanyol. Namun, keberadaannya tidak bisa dipastikan.

Bahasa Inggris tetap menjadi bahasa yang paling penting dipelajari selain bahasa ibu yang sehari-hari digunakan. Bahasa Inggris adalah jembatan bagi Anda yang ingin mengembangkan potensi, baik untuk pendidikan atau pekerjaan.

Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan aksen Amerika dan Inggris, mari belajar di LEAP English & Digital Surabaya. Bersama tutor andal dan berpengalaman dari LEAP English Digital & Digital Surabaya, Anda bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan baik, dan dapat meningkatkan karier Anda. (Baca Juga: Perbedaan Bahasa Inggris Amerika dan Australia)

 

Kesimpulan 

Serangan Amerika Serikat ke Venezuela dianggap sebagai intervensi negara yang berdaulat. Secara tidak langsung Amerika Serikat ingin menguasai sumber energi minyak yang ada di Venezuela. Kebijakan dalam negeri Venezuela menyebabkan krisis moneter parah ditandai dengan hiperinflasi panjang selama satu dekade. Ini yang menyebabkan ekonomi Venezuela jatuh.

Serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan Pengaruh Ekonominya