Tantangan Belajar Bahasa Inggris di Era AI

Share This Post

 

tantangan belajar bahasa inggris

 

Tantangan belajar bahasa Inggris di era AI itu tidak mudah. Kita bisa menggunakan ChatGPT atau Gemini untuk membuat foto serta video dan juga menerjemahkan konten bahasa asing. Lantas, untuk apa lagi kita belajar?

Tidak bisa dipungkiri, AI punya kemampuan luar biasa yang terus diperbaharui termasuk dalam penguasaan bahasa asing. Inilah yang menjadi tantangan belajar bagi Anda yang memang ingin menajamkan kemampuan berbahasa Inggris serta untuk anak-anak Anda yang ingin Anda dorong untuk menguasai bahasa Inggris.

 

Dampak AI di Sektor Pendidikan

AI membawa dampak perubahan yang sangat signifikan dalam proses belajar mengajar. Sebagai seorang pembelajar bahasa Inggris, kita perlu menilik lebih dalam apa saja yang diubah oleh kehadiran AI.

 

Kemudahan Akses 

Akses belajar mengajar sekarang jauh lebi variatif semenjak AI masuk. Pengajar bahasa Inggris bisa membuat materi tentang percakapan dengan penutur asli menggunakan video AI.

Pembelajar pun dapat menikmati materi dengan lebih menyenangkan karena bahasa Inggris tidak lagi membosankan. Akses untuk belajar menggunakan AI dapat membantu pembelajar bahasa yang butuh memahami konteks dengan gaya bahasa lebih mudah.

 

Materi Pembelajaran yang Dipersonalisasi

Ketika pengajar menggunakan AI, maka tes uji kemampuan pun dapat dipersonalisasi untuk keberlanjutan materi berikutnya. Misalnya, seorang peserta yang ingin belajar bahasa Inggris, maka ia bisa mengikuti ujian untuk assessment kemampuannya sampai di level apa.

Sistem yang disebut Item Response Theory (IRT) mampu mengkalibrasi hasil ujian dan menentukan calon pembelajar bahasa ini cocoknya belajar materi seperti apa. Jika kemampuan dasarnya cukup mumpuni meskipun belum pernah mengikuti pembelajaran kursus, ia bisa langsung belajar di kelas yang levelnya sesuai.

 

Dampak Buruknya Tidak Bisa Dihindari

AI memang canggih, tetapi kita tidak bisa menghindari efek buruk yang dihasilkan. Pembelajar berpotensi tidak disiplin untuk mengasah kemampuannya. Karakter mereka pun bisa menjadi malas untuk berpikir karena merasa mudah mencari jawaban dengan AI.

Pengajar pun harus bekerja ekstra keras untuk memindai manakah jawaban yang benar-benar berasal dari hasil analisis sendiri dan mana yang sudah diutak-atik menggunakan AI. Ini menjadi tantangan belajar bahasa Inggris yang kini menjadi perhatian besar para pengajar.

AI sangat terbatas dalam memahami konteks budaya dan emosi ketika kita sedang belajar bahasa. Selain itu, jika ingin latihan berbicara bahasa Inggris, belum tentu seorang pembelajar punya rasa percaya diri yang sama karena terbiasa berbicara dengan mesin bukannya sesama manusia.

 

3 Tools AI Untuk Belajar Bahasa Inggris

Setelah mengetahui dampak positif dan negatif menggunakan AI dalam pendidikan termasuk pembelajaran bahasa Inggris, berikut ini beberapa tools AI yang bisa Anda gunakan untuk membantu proses belajar. Apa saja?

 

ChatGPT

ChatGPT dari OpenAI menjadi tools AI yang paling populer dan dikenal masyarakat. Tools ini bisa Anda gunakan untuk belajar percakapan dengan metode roleplay dan menjelaskan konteks dari grammar.

Ketika Anda menemukan sebuah frasa bahasa Inggris yang mirip dan susah dipahami, ketik istilahnya dan berikan prompt untuk membedah kegunaan frasa tersebut dalam kalimat yang bisa dipakai di kehidupan sehari-hari.

ELSA Speak

Tools ini bisa Anda gunakan untuk mengoreksi pelafalan serta aksen. ELSA adalah kepanjangan dari English Language Speech Assistant.

Setelah mendengarkan suara Anda yang melafalkan sebuah kata atau kalimat, ELSA akan membandingkan suara Anda dengan penutur asli. Anda pun bisa memperbaiki pronouciation, intonasi, hingga kefasihan dalam berbicara.

Grammarly

Dalam ujian IELTS, Anda perlu menguasai kemampuan menulis karena salah satu ujiannya adalah Writing. Selain belajar di tempat kursus yang bisa Anda pilih, tentu saja berlatih sendiri di rumah juga dianjurkan. Namun, ketika belajar sendiri, tentu Anda tidak selalu yakin dengan hasilnya.

Grammarly adalah tools yang mengoreksi ejaan, efektivitas, dan kejelasan kalimat yang Anda buat sehingga bisa mengoreksi hasil tulisan bahasa Inggris Anda. Anda bisa menggunakan tools ini sebagai ekstensi di browser atau keyboard gawai.

Agas bisa belajar dengan efektif, tiap kali Grammarly mengoreksi tulisan Anda, jangan langsung menekan tombol ‘Accept‘. Anda perlu mengklik penjelasan kenapa kalimat Anda perlu diperbaiki sehingga Anda bisa belajar dengan lebih detail.

 

tantangan belajar bahasa

 

Gabungkan dengan Pembelajaran di Ruang Kelas

Tools AI memang mempermudah, tetapi jika ingin anak-anak Anda mendapatkan skill yang lebih langgeng dan berkualitas, tentu perlu bimbingan dari pengajar berpengalaman. 

Anda bisa memasukkan anak-anak Anda di program General English yang ada di LEAP English & Digital Class. Kemampuan bahasa Inggris yang akan ditingkatkan pun sudah menyeluruh dari berbicara, menulis, dan mendengarkan. Aplikasi Leapverse turut mendukung proses belajar secara daring maupun luring. (Baca Juga: Penyebab Susah Belajar Bahasa Inggris dan Cara Mengatasinya)

 

Kesimpulan

Tantangan belajar bahasa Inggris di era AI memang memiliki sisi baik dan buruk, tetapi jika Anda bisa menyeimbangkannya dengan metode belajar konvensional, maka meski tanpa AI sekalipun, anak-anak akan punya kemampuan bahasa Inggris mumpuni.

Related posts:

Tantangan Belajar Bahasa Inggris di Era AI