Apa Itu Computational Thinking untuk Anak?

Share This Post

 

Apa itu computational thinking? Di sini penjelasannya

Anak-anak berkembang sesuai usianya, baik fisik, mental maupun kemampuan berpikir. Untuk mengetahui apakah perkembangan tersebut wajar, orang tua perlu memantau dan memperhatikan. Apa itu computational thinking? Ini juga penting untuk diajarkan pada anak.

Agar bisa hidup mandiri, si kecil perlu mendapat bekal berupa keterampilan dasar atau computational thinking untuk anak. Tujuannya supaya buah hati mampu berpikir kritis, bisa menghadapi semua tantangan dalam hidup dan dapat menemukan solusi saat menghadapi masalah.

 

Apa Itu Computational Thinking?

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini bekal pendidikan akademik saja tidak cukup untuk buah hati. Anak-anak perlu didorong agar lebih logis dalam berpikir, kreatif dan penuh inisiatif. Keterampilan tersebut dikenal dengan istilah computational thinking

Computational thinking untuk anak adalah cara membiasakan otak untuk memecahkan masalah besar secara logis, sistematis, dan terstruktur. Dengan pola pikir komputasi, maka akan melatih otak untuk menyelesaikan masalah sama seperti cara komputer membantu mencari solusi.

Mengapa computational thinking penting diajarkan sejak kecil? Hal ini berkaitan dengan perkembangan otak yang terjadi secara bertahap.

Pada tahap awal, si kecil lebih mudah belajar dan mempunyai daya ingat yang kuat. Dengan demikian, ini merupakan waktu yang tepat untuk mengajarkan banyak hal, termasuk keterampilan dasar untuk bekal hidupnya. (Baca Juga: Belajar Coding untuk Anak Sekaligus Literasi Bahasa Inggris)

 

Manfaat Computational Thinking

Belajar computational thinking tidak sama dengan belajar coding. Anak akan diajak untuk melihat sebuah masalah sebagai hal besar, lalu memecahnya menjadi bagian-bagian kecil agar mudah diselesaikan. Manfaat belajar cara berpikir komputasi pada anak di antaranya:

  • Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah

Keahlian dalam  berpikir komputasi akan mendorong anak untuk menyelesaikan persoalan dengan lebih cepat dan efisien. Anak-anak bisa belajar untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan cara menyederhanakan persoalan.

Latihan berpikir logis akan mengajarkan buah hari untuk menyusun strategi agar lebih efektif dan mampu menemukan solusi yang paling efektif. Anak akan belajar secara langsung melalui proses trial and error, bisa menerima kegagalan sebagai proses dan tidak mudah menyerah.

  • Kreatif dan inovatif

Ada beberapa tahap dalam konsep computational thinking, salah satunya dekomposisi atau menyederhanakan masalah. Anak akan terlatih untuk kreatif dan mampu mengeluarkan ide-ide baru yang aplikatif dan bermanfaat. Dari proses kreatif dan inovatif, tidak menutup kemungkinan buah hati bisa menemukan hal-hal baru yang mendukung kehidupannya.

  • Mampu berkolaborasi

Computational thinking dapat membantu anak meningkatkan kemampuan kolaborasi sehingga bisa berkomunikasi dengan baik. Anak bisa bekerja sama dengan teman dalam belajar maupun mengerjakan tugas. Ini menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang membutuhkan kemampuan team work.

  • Siap menghadapi masa depan

Persaingan hidup yang semakin berat perlu disiapkan sejak kecil. Karier dalam bidang apa pun membutuhkan konsep berpikir komputasional. Kemampuan dalam problem solving merupakan aspek yang sangat penting dan banyak dicari di dunia kerja.  

 

4 Jenis computational thinking

Penamaan computational thinking berkaitan dengan pola kerja yang hampir sama seperti komputer. Langkah yang digunakan tepat dan logis sehingga mudah direplikasi dan dieksekusi. Jenis komputasi tersebut adalah:

  • Menguraikan

Langkah pertama dalam computational thinking adalah menguraikan dikenal dengan istilah dekomposisi. Tujuan dari langkah ini untuk memecahkan permasalahan yang kompleks, menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga mudah dikelola. Dalam tahapan ini setiap masalah akan dipecah menjadi kepingan sederhana agar mudah diselesaikan satu persatu.

  • Mengenali pola

Biasanya permasalahan mempunyai pola tertentu. Pada tahap mengenal pola, anak akan diajar cara mengidentifikasi masalah. Tujuannya untuk menyederhanakan dengan menemukan bagian-bagian yang mungkin mirip atau berbeda. Langkah ini bisa membantu anak dalam membangun pemahaman yang berkelanjutan saat menghadapi persoalan yang lebih kompleks.

  • Abstraksi

Berikutnya, tahap abstraksi. Dalam tahap ini, anak akan diajak mengenal tindakan-tindakan untuk menggeneralisasi dan mendefinisikan prinsip umum dari pola, tren, dan keteraturan masalah. Tujuannya agar si kecil bisa mengidentifikasi bagian penting untuk menemukan solusi dan  mengabaikan informasi yang kurang relevan.

  • Algoritma

Algoritma merupakan tahap akhir dari computational thinking. Anak akan dibiasakan untuk mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama, langkah demi langkah. Jika berhasil, orang lain dapat memakai langkah tersebut saat menghadapi persoalan serupa.

Agar bisa menjalankan setiap langkah dengan tepat anak perlu mendapat stimulan. Computational thinking mempunyai pola yang hampir sama dengan coding komputer. Belajar coding di lembaga yang tepat bisa mendorong anak untuk lebih siap menghadapi berbagai persoalan.

(Baca Juga: LEAP Hadirkan Kurikulum Coding Baru)

Untuk belajar coding, saat ini lebih mudah karena LEAP menyediakan kelas yang sesuai untuk buah hati. Dengan materi yang disusun sesuai kebutuhan dan mentor berpengalaman, belajar di LEAP juga bisa membantu anak untuk mengoptimalkan kemampuannya.

 

Kesimpulan

Computational thinking untuk anak merupakan keterampilan dasar yang penting untuk kehidupan buah hati. Banyaknya manfaat dari keterampilan ini menjadikan setiap orang tua perlu memastikan bahwa buah hati menguasai sesuai usia.

Apa itu computational thinking? Setelah membaca artikel ini, semoga Anda lebih memahami dan siap mendampingi buat hati agar bisa semakin siap menghadapi dunia.

Related posts:

Apa Itu Computational Thinking untuk Anak?