6 Manfaat Belajar Scratch untuk Anak

Share This Post

Inilah manfaat belajar Scratch untuk anak Anda

Perkembangan dunia digital yang pesat sangat membantu si kecil dalam belajar, salah satunya melalui aplikasi yang ramah, Scratch. Di antara manfaat belajar Scratch adalah dapat memaksimalkan mengembangkan keterampilan berpikir komputasional, logika, dan pemecahan masalah dengan menyenangkan.

Dunia anak tidak bisa dipisahkan dari permainan, Scratch dapat digunakan untuk membuat proyek kreatif yang cocok bagi anak. Si kecil bisa belajar membuat game, animasi kreatif hingga cerita yang interaktif. Aplikasi ini juga dapat membantu untuk belajar matematika, seni sampai bahasa.

Apa Itu Scratch dalam Konteks Pemrograman?

Tidak seperti koding pada umumnya yang cukup rumit, Scratch lebih mengedepankan visual dengan basis blok. Dengan demikian, anak-anak mudah mempelajarinya. Proses belajar yang dijalankan juga menyenangkan karena seperti sedang bermain sehingga tidak membosankan.

Dalam Scratch, anak-anak akan diajak belajar pemrograman dengan menyusun blok warna-warni menggunakan teknik drag-and-drop atau seret dan lepaskan. Aplikasi ini mempunyai cukup banyak fitur yang mendukung proses belajar secara kecil.

Anak bisa memilih atau membuat karakter dengan latar belakang sesuai keinginan. Blok yang tersedia disusun berdasarkan fungsi sehingga mudah untuk dipilih. Saat disusun, blok-blok ini seperti puzzle yang akan membentuk karakter di layar. Anak juga bisa menambahkan sound dan mengatur gerakannya.

Untuk menguasai Scratch, anak-anak tidak perlu menguasai bahasa syntax atau perintah yang rumit seperti pemrograman pada umumnya. Dengan membuat proyek dan menyenangkan seperti animasi, permainan, dan cerita interaktif, kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreativitas anak-anak akan berkembang. (Baca Juga: Program Coding dan Esport)

 

6 Manfaat Belajar Scratch untuk Anak

Proses belajar yang interaktif lebih menarik bagi anak-anak. Apalagi di usia tersebut, kemampuan berpikir dan analisisnya sedang berkembang. Dengan stimulan yang tepat, kemampuan tersebut akan lebih maksimal.

Scratch dapat menjadi alternatif bagi orang tua yang ingin mengenalkan anak pada dunia pemrograman dengan cara menyenangkan. Terlebih manfaat dari belajar Scratch cukup banyak, di antaranya:

  • Meningkatkan kreativitas dan imajinasi

Saat belajar Scratch anak-anak bisa mengekspresikan ide-ide mereka tanpa batas. Si kecil dapat mewujudkan imajinasinya dalam bentuk karakter, cerita, dan membangun dunia virtual. Bukan hanya bentuk, anak-anak juga bebas memadu-padankan warna sehingga karya yang mereka hasilkan lebih menarik.

Dengan semakin sering belajar dan mencoba, kemampuannya akan terus terasah sehingga lebih kreatif. Imajinasi anak pun akan semakin berkembang karena setelah membuat satu rancangan bisa berlanjut ke ide yang lain.

  • Mengembangkan kemampuan berpikir komputasional

Anak-anak akan mewujudkan imajinasinya menggunakan blok-blok kode visual seperti sedang menyusun puzzle ketika membuat instruksi. Si kecil akan terlatih untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Persoalan besar akan diselesaikan dengan langkah-langkah kecil dan terstruktur atau berpikir secara komputasional.

Ketika menghadapi masalah, anak akan belajar untuk tenang dan tekun agar bisa menemukan solusi. Mereka akan dilatih untuk mencari letak kesalahan tersebut dan menyelesaikannya hingga berhasil.

  • Melatih kemampuan berpikir secara logis

Meski belajar dengan cara sederhana,  saat berlatih Scratch, anak akan diajak berpikir runtut dalam menyusun blok perintah. Si kecil akan memahami urutan logika program yang dikerjakan sehingga ide yang ada di pikirannya bisa diwujudkan.

Cara ini dapat membantu melatih pikirannya akan lebih terstruktur. Anak juga akan terlatih untuk mewujudkan idenya dengan cara yang lebih logis.

  • Mendorong kreativitas anak

Scratch mengajak anak untuk menyusun ide, merencanakan langkah dan mewujudkan gagasannya. Ketika membuat proyek, anak bebas berkreasi. Mereka tidak hanya akan bisa bermain game, tetapi juga membuat game impiannya dari nol.

Proyek yang mereka buat, meski sederhana, proyeknya bisa dibuat cukup sempurna. Tidak hanya berupa cerita, game atau animasi, hasilnya juga lengkap dengan suara dan efek yang bisa dipilih sendiri.

Saat membuat rancangan, anak akan diajak berpikir kritis. Mereka mungkin akan menghadapi masalah, tetapi mereka sudah siap untuk mencari solusinya sendiri. Ini yang akan mendorong mereka untuk belajar sebab-akibat dan tidak mudah menyerah.

  • Mengembangkan soft skill

Ketika belajar Scratch, anak-anak tidak hanya bisa mewujudkan imajinasinya, tetapi juga berlatih mengembangkan soft skill, seperti kerja sama tim, ketekunan dan kemampuan mempresentasikan karya. Keterampilan ini dalam era digital sangat penting.

Selain itu, kemampuan memahami konsep algoritma bisa menjadi dasar dalam belajar pemrograman tingkat lanjut.

  • Mendukung kemampuan akademik

Proses belajar Scratch yang menyenangkan tidak hanya mendukung keterampilan digital anak, tetapi juga kemampuan akademik.

Secara tidak langsung, saat belajar Scratch, anak akan belajar tentang matematika, terutama mengenai koordinat (x, y), arah sudut, dan variable. Anak dapat secara langsung mempraktikkan konsep abstrak, seperti rotasi dan pergerakan. (Baca Juga: LEAP Terapkan Kurikulum Coding Baru)

Kesimpulan

Manfaat belajar Scratch sangat penting bagi anak-anak. Keterampilan ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dalam bidang pemrograman, tetapi juga bisa menumbuhkan kebiasaan baik, semangat, dan meningkatkan soft skill. Saat belajar Scratch, anak dilatih untuk membuat ide, kemudian menyusun langkah untuk mewujudkan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Setelah mengetahui manfaat belajar Scratch, segera daftarkan putra-putri Anda di Kelas Coding LEAP yang juga mengajarkan Scratch. Informasi lengkap bisa dibaca di sini.

6 Manfaat Belajar Scratch untuk Anak