Apakah Anda ingin mengenalkan dunia teknologi dan pemrograman kepada anak atau diri sendiri, tetapi bingung harus mulai dari mana? Melihat deretan kode rumit berlatar hitam sering kali membuat pemula merasa terintimidasi. Padahal, cara membuat coding scratch juga bisa dilakukan anak-anak.
Saat ini, ada media belajar yang dirancang khusus agar pemrograman terasa seperti menyusun permainan puzzle. Media tersebut adalah Scratch. Lalu, bagaimana cara membuat coding Scratch bagi pemula agar proses belajarnya lancar dan menyenangkan? Yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini!
Mengenal Apa Itu Scratch
Scratch adalah platform bahasa pemrograman berbasis visual yang dikembangkan oleh MIT Media Lab. Berbeda dengan bahasa pemrograman konvensional seperti Python atau Java yang mengharuskan kita mengetik sintaks secara manual, Scratch menggunakan konsep block-based programming.
Artinya, Anda hanya perlu menggeser (drag) dan melepas (drop) blok-blok perintah berwarna-warni untuk membuat animasi, cerita interaktif, maupun gim sederhana. Karena sifatnya yang visual dan ramah pengguna, Scratch sangat cocok dijadikan langkah awal untuk melatih logika berpikir komputasional (computational thinking).
Persiapan Sebelum Membuat Coding Scratch
Sebelum masuk ke langkah praktis, pastikan Anda telah menyiapkan hal-hal dasar berikut:
-
Perangkat Komputer/Laptop: Scratch bekerja sangat baik di peramban (browser) laptop atau PC.
-
Koneksi Internet: Diperlukan jika Anda memilih menggunakan Scratch versi web secara daring (online).
-
Akun Scratch (Opsional tapi Disarankan): Pendaftaran akun di situs resmi Scratch gratis. Dengan memiliki akun, seluruh hasil karya (project) bisa tersimpan secara otomatis di cloud.
Panduan Langkah demi Langkah Cara Membuat Coding Scratch
Sudah siap? Mari ikuti langkah-langkah mudah di bawah ini untuk membuat program pertama Anda di Scratch!
1. Buka Platform Scratch
Langkah pertama, buka peramban di laptop Anda dan kunjungi situs resmi Scratch di scratch.mit.edu. Jika Anda ingin berkreasi secara langsung tanpa login, cukup klik tombol “Create” di pojok kiri atas.
2. Pahami Tampilan Antarmuka (Interface) Scratch
Sebelum mulai menyusun kode, penting untuk mengenali area kerja pada layar Scratch:
-
Stage (Panggung): Area di sebelah kanan atas tempat Anda melihat hasil animasi atau gim berjalan.
-
Sprite: Karakter atau objek yang akan digerakkan (secara bawaan berupa karakter Kucing Scratch).
-
Block Palette (Panel Blok): Dinding perintah di sebelah kiri yang dikelompokkan berdasarkan warna dan fungsi (Motion, Looks, Sound, Events, Control, dll).
-
Script Area (Lembar Kerja): Area kosong di bagian tengah untuk menempelkan blok-blok kode.
3. Pilih Karakter (Sprite) dan Latar Belakang (Backdrop)
Agar tampilan tidak membosankan, Anda bisa mengganti latar belakang dan karakter sesuai tema yang diinginkan:
-
Klik ikon “Choose a Backdrop” di pojok kanan bawah untuk memilih latar tempat (misalnya: pantai, ruang angkasa, atau lapangan olahraga).
-
Klik ikon “Choose a Sprite” untuk memilih karakter lain seperti manusia, hewan, atau benda.
4. Mulai Menyusun Blok Kode (Coding)
Sekarang saatnya masuk ke inti cara membuat coding scratch. Mari kita buat program sederhana di mana karakter Kucing berjalan dan bersuara saat bendera hijau diklik:
-
Picu Perintah (Event): Buka menu warna kuning Events, tarik blok
when green flag clickedke Script Area. Blok ini berfungsi sebagai tombol ‘Start’. -
Gerakkan Karakter (Motion): Buka menu warna biru tua Motion, tarik blok
move 10 stepsdan pasangkan tepat di bawah blok pertama hingga menempel. -
Tambahkan Suara (Sound): Buka menu warna merah muda Sound, tarik blok
play sound (Meow) until donedan tempelkan di urutan paling bawah.
5. Uji Coba Program Anda
Setelah blok terpasang rapi, klik ikon Bendera Hijau (Green Flag) di atas area Stage. Karakter Sprite Anda akan melangkah maju dan mengeluarkan suara kucing! Selamat, Anda telah berhasil membuat coding Scratch pertama Anda.
Tips Mengembangkan Skill Coding Scratch untuk Pemula
Agar kemampuan berlogika semakin berkembang, jangan berhenti di program dasar saja. Berikut beberapa tips melatih kreativitas menggunakan Scratch:
-
Gunakan Perulangan (Looping): Manfaatkan blok
repeatatauforeverpada kategori Control agar karakter bisa bergerak terus-menerus. -
Gunakan Kondisi (Logic IF-THEN): Coba tambahkan percabangan logika, misalnya “Jika karakter menyentuh pinggir layar, maka balik arah”.
-
Jelajahi Fitur “See Inside” Milik Orang Lain: Scratch memiliki komunitas global yang ramah. Anda bisa melihat karya pembuat lain dan mengintip susunan blok kode mereka untuk dipelajari (remix).
Manfaat belajar Scracth untuk anak itu akan membantu mereka meningkatkan kemampuan dalam banyak hal. Selain bisa menyusun permrograman sederhana dengan karakter-karakter lucu, anak pun akan mulai belajar logika lebih terstruktur. (Baca Juga: Ide Project Coding yang Bisa Dibuat Anak SD)
Kesimpulan
Memahami cara membuat coding Scratch ternyata sangat mudah dan tidak menakutkan, bukan? Melalui pendekatan visual yang menyenangkan, siapa saja bisa belajar konsep pemrograman dasar tanpa harus dipusingkan oleh rumitnya baris kode. Daftarkan anak Anda di kelas coding anak yang ada di LEAP di sini.



