Perbedaan TOEIC dan TOEFL untuk Melamar Kerja

Share This Post

Apa saja perbedaan TOEIC dan TOEFL?

Perbedaan TOEIC dan TOEFL sering menjadi pertanyaan bagi pencari kerja yang ingin meningkatkan peluang diterima di perusahaan impian. Kedua tes kemampuan bahasa Inggris ini sama-sama diakui secara luas, tetapi memiliki fungsi, format, dan tujuan yang berbeda.

Memahami perbedaan keduanya, penting agar Anda tidak salah memilih sertifikat yang dibutuhkan oleh perusahaan atau posisi yang dilamar. Beberapa pekerjaan lebih mengutamakan skor TOEIC, sementara yang lain mensyaratkan TOEFL sebagai bukti kemampuan berbahasa Inggris.

Lalu, apa saja perbedaan keduanya dan tes mana yang lebih cocok untuk kebutuhan karier Anda?

 

Apa Itu TOEIC?

TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan kerja internasional.

Materi TOEIC berfokus pada situasi yang umum ditemui di dunia profesional, seperti:

  • Percakapan bisnis
  • Email dan surat resmi
  • Rapat kerja
  • Presentasi
  • Layanan pelanggan
  • Perjalanan dinas

Karena orientasinya pada dunia kerja, TOEIC sering digunakan oleh perusahaan multinasional sebagai salah satu syarat rekrutmen maupun promosi jabatan. Skor TOEIC berkisar antara 10 hingga 990 poin, tergantung pada jenis tes yang diikuti.

Apa Itu TOEFL?

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan tes bahasa Inggris yang lebih berorientasi pada kebutuhan akademik.

TOEFL mengukur kemampuan peserta dalam:

  • Membaca teks akademik
  • Menulis esai
  • Mendengarkan kuliah atau diskusi ilmiah
  • Berbicara dalam konteks pendidikan

Tes ini banyak digunakan sebagai syarat:

  • Masuk universitas luar negeri
  • Program pertukaran pelajar
  • Beasiswa internasional
  • Program pascasarjana

Meskipun TOEFL juga dapat digunakan untuk melamar pekerjaan tertentu. Fokus utamanya tetap berada pada kemampuan bahasa Inggris akademik.

Jenis Pekerjaan yang Membutuhkan Skor TOEIC

Bagi Anda yang berencana melamar kerja di korporasi, penting untuk mengetahui industri apa saja yang menjadikan sertifikasi ini sebagai standar rekrutmen. Berikut adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan skor TOEIC:

  • Industri Penerbangan (Aviation)

Profesi seperti pilot, pramugari/pramugara, dan ground staff di maskapai internasional wajib memiliki skor TOEIC yang tinggi. Komunikasi yang jelas dalam bahasa Inggris sangat krusial untuk keselamatan penerbangan global.

  • Perhotelan, Pariwisata, dan Cruise Line

Sektor hospitality yang berinteraksi langsung dengan turis asing sangat mengandalkan TOEIC untuk menyaring staf hotel, pemandu wisata, hingga kru kapal pesiar.

  • Customer Service Internasional

Posisi ini menuntut kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan dari berbagai negara sehingga sertifikat TOEIC menjadi nilai tambah.

  • Perusahaan Multi-Nasional (MNC) dan Manufaktur Global

Banyak perusahaan asing (misalnya dari Jepang, Korea Selatan, atau Eropa) yang beroperasi di Indonesia mensyaratkan TOEIC bagi calon karyawannya. 

Pekerjaan di bidang International Sales, Procurement, dan Customer Relations sangat membutuhkan sertifikasi ini untuk memastikan kelancaran komunikasi bisnis antarnegara.

  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan CPNS

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kementerian dan perusahaan BUMN di Indonesia mulai memasukkan TOEIC sebagai salah satu opsi sertifikasi bahasa Inggris yang sah dalam proses seleksi administrasi pegawai baru.

(Baca Juga: 6 Tingkatan CEFR dalam Belajar Bahasa Inggris)

Lebih Susah TOEIC atau TOEFL?

Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh job seeker adalah, lebih susah TOEIC atau TOEFL?

Jawabannya sangat bergantung pada latar belakang dan kesiapan Anda, tetapi secara umum, mayoritas peserta menganggap TOEFL lebih sulit daripada TOEIC. Mengapa demikian? Berikut beberapa alasannya:

  • Kompleksitas Kosakata

TOEFL menggunakan kosakata akademis tingkat tinggi (seperti topik biologi, astronomi, dan sejarah) yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. 

Sementara TOEIC menggunakan kosakata praktis seputar dunia kerja dan bisnis (seperti pemasaran, keuangan, perjalanan dinas, dan manufaktur) yang lebih familier bagi pekerja.

  • Format Tes

Format TOEIC yang paling umum (Listening & Reading) berbentuk pilihan ganda sebanyak 200 soal. 

Di sisi lain, TOEFL (khususnya TOEFL iBT) menguji empat keterampilan penuh termasuk speaking dan writing, di mana Anda harus berbicara di depan komputer dan menulis esai analitis yang kompleks.

  • Durasi dan Tekanan

TOEFL membutuhkan fokus tinggi untuk mencerna materi kuliah yang panjang. TOEIC lebih menguji kecepatan dan ketepatan Anda dalam manajemen waktu saat menjawab soal-soal pendek.

Jika Anda terbiasa membaca jurnal, artikel ilmiah, atau mengikuti perkuliahan berbahasa Inggris, TOEFL mungkin terasa lebih mudah. Sebaliknya, jika pengalaman Anda lebih banyak berkaitan dengan komunikasi profesional, TOEIC bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.

 

toeic dan toefl

Kesimpulan

Jika target Anda adalah melamar pekerjaan di sektor korporasi domestik, perusahaan multinasional, atau industri praktis seperti penerbangan dan perhotelan, maka TOEIC adalah investasi terbaik. 

(Baca Juga: LEAP Terus Berkembang dengan Program English dan Digital)

Namun, jika Anda berniat melamar pekerjaan yang sekaligus membuka peluang beasiswa atau jalur karier akademis di luar negeri, TOEFL tetap menjadi standar.

Selalu periksa kembali kualifikasi spesifik yang diminta oleh HRD perusahaan impian Anda sebelum melakukan registrasi tes. Memahami perbedaan TOEIC dan TOEFL membantu Anda menghemat energi dan biaya dalam mempersiapkan karier. 

Perbedaan TOEIC dan TOEFL untuk Melamar Kerja