Teknologi artifisial atau AI merambah ke semua bidang, termasuk dunia pendidikan. Belajar kecerdasan artifisial menjadi hal yang wajib bagi anak-anak. Dari teknologi ini, banyak pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikuasai.
Untuk menguasai kecerdasan artifisial, bisa dimulai dari penguasaan prompting yang menjadi alat komunikasi dengan AI, mempelajari bahasa pemrograman sampai berlatih membuat proyek.
Apa yang Anda Pahami Tentang Kecerdasan artifisial?
Kecerdasan artifisial merupakan teknologi dengan sistem kerja meniru manusia dalam berpikir, belajar, dan memecahkan masalah. AI akan mengumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya. Selanjutnya, sistem akan mencari pola dan hubungan dari data-data tersebut dan menggunakannya untuk memberikan hasil atau solusi.
Jenis AI yang dapat digunakan pun beragam. Mulai dari ChatGPT, Google Assistant, Gemini dan lainnya. AI bekerja dengan mengenali pola data dan belajar secara otomatis. Sampai saat ini, teknologi AI masih terus berkembang sehingga dapat memberi manfaat lebih banyak.
Manfaat Belajar AI Bagi Anak-Anak
AI merupakan kecerdasan buatan yang memberi banyak manfaat dalam dunia pendidikan. Siswa bisa bertanya dan mendapatkan jawaban secara realtime, berdiskusi dan menggali ide serta kreatifitas dengan bantuan kecerdasan AI. Melalui teknologi ini, siswa bisa memaksimalkan proses belajar. Manfaat untuk anak-anak diantaranya:
-
Pembelajaran yang sesuai kebutuhan
Artificial Intelligence atau AI mempunyai kemampuan untuk menyediakan bahan belajar yang adaptif. AI bisa digunakan untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi materi pembelajaran sesuai kebutuhan berdasarkan kecepatan belajar atau gaya belajar.
-
Mengajari anak untuk berpikir kritis
Saat menggunakan AI anak akan dibiasakan untuk memahami proses kerja secara algoritma. Anak juga belajar bagaimana menyelesaikan masalah yang dihadapi secara sistematis dan logis.
-
Mendorong anak untuk lebih kreatif
Teknologi AI membuka kesempatan bagi anak untuk bisa mengeksplorasi ide. Dengan belajar kecerdasan artifisial anak bisa membuat karya dalam bentuk digital, menggambar, membuat cerita interaktif sampai menciptakan game sederhana.
-
Asisten belajar
AI membantu anak untuk belajar dengan mudah. Hanya dengan menulis prompt yang tepat, anak-anak bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan, mendapat penjelasan, membantu memahami konsep yang rumit serta bisa mempelajari berbagai bahasa.
-
Memberi pemahaman tentang literasi digital
Perkembangan teknologi memang tidak selalu berdampak positif. Salah satu dampak negatifnya adalah penyebaran informasi palsu yang sangat cepat. Anak yang dibekali dengan kemampuan AI akan lebih memahami etika bermedia, bisa menggunakan teknologi dengan bijak, serta bisa mengenali informasi palsu.
-
Akses tanpa batas
Keterbatasan sarana belajar menjadi penghambat generasi muda untuk bisa lebih maju. Perkembangan AI yang bisa diakses dari berbagai wilayah mampu menghilangkan keterbatasan geografi dan fisik sehingga anak bisa belajar dari mana saja. Kehadiran AI juga membuka peluang bagi anak berkebutuhan khusus untuk mendapat pendidikan yang berkualitas.
Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Sehari-hari
Perkembangan kecerdasan AI sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Pekerjaan yang sebelumnya sulit, menjadi lebih mudah. Bahkan, ketika menghadapi satu masalah pengguna AI bisa mendapatkan beberapa alternatif solusi sekaligus.
Dampak positif dari artificial intelligence menjadikan semua orang bisa berkembang menjadi lebih baik dan lebih produktif. Penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:
-
Sebagai asisten virtual
AI dapat digunakan sebagai pengganti asisten. Anda bisa mendapatkan notifikasi untuk berangkat kerja, memberi pesan suara saat mendengar pertanyaan dan mengumpulkan informasi yang terekam di smartphone. Teknologi ini biasanya disematkan oleh produsen gawai seperti Siri di iPhone, Bixby di Samsung, dan OK Google di untuk ponsel Google.
-
Navigator
Teknologi GPS sangat membantu banyak orang untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. GPS dibuat berdasarkan kemampuan AI yang bisa memprediksi jarak, waktu, mendeteksi kemacetan. Lebih canggih lagi, GPS bisa memberikan rekomendasi rute tercepat dengan menghindari titik kemacetan.
-
Filter di media sosial
Kemajuan media sosial seperti Instagram dan TikTok tidak terlepas dari AI. Pengguna bisa mendapatkan gambar yang lebih bagus dengan menggunakan filter yang berbasis AI. Pilihan filter yang ada di media sosial juga beragam. Teknologi ini bisa digunakan untuk menyunting gambar dan video hanya dengan menekan tombol satu kali. Hasil editannya pun real-time.
-
Layanan hiburan
Saat menikmati musik melalui smartphone atau membuka konten, AI dapat memberi rekomendasi yang kemungkinan Anda suka. Sistem kerjanya dengan mempelajari pola jenis konten yang sering diakses. Berdasarkan hal ini AI menyusun list yang relevan.
-
Marketplace
Ketika membuka aplikasi marketplace, biasanya sudah ada rekomendasi barang di beranda. Hal ini mempermudah pengguna untuk menemukan barang yang sedang dibutuhkan. Meski ada ribuan barang, namun yang ditampilkan adalah yang sebelumnya dicari pengguna. Marketplace menggunakan teknologi AI yang mampu membaca algoritma pencarian untuk memberikan rekomendasi.
-
Notifikasi
Pernahkah Anda mendapatkan notifikasi dari M-Banking setelah membayar secara online? Aplikasi perbankan menggunakan AI untuk mengingatkan pemilik akun saat ada pengurangan saldo. Tujuannya untuk memberi verifikasi dan mencegah penggunaan akun oleh pihak yang tidak diinginkan.
Kesimpulan
Kecerdasan AI memberi banyak kemudahan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Belajar kecerdasan artifisial bisa membantu anak-anak untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan keterampilan. AI mendorong anak untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, kritis, dan memungkinkan untuk belajar tanpa hambatan geografis dan inklusivitas. (Baca Juga: Pahami Cara Membuat Koding Scratch)


